Beberapa Tipe Usaha Dan Usaha yang sedang berkembang id teritori Kalimantan Timur

Dua kabupaten di Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, diputuskan jadi ibukota baru Indonesia. Perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur itu dipercaya akan mengangkat investasi di propinsi itu dan tentu saja ada kesempatan usaha yang dapat diamankan.

Pembangunan infrastruktur secara besar akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara seperti project gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, sekolah, jalan, lapangan terbang, fasilitas ekonomi seperti pasar, Dan tentunya jasa Ekspedisi Surabaya ke Kalimantan Timur.

Walau pemerintahan telah mengatakan yang berpindah hanya pusat pemerintah, tetapi perpindahan itu akan gerakkan bidang usaha di Kalimantan Timur. Karena, diprediksi bakal ada 1,lima juta warga di ibukota baru.

Jika ditambahkan warga Kalimantan Timur yang pada 2024 diprediksikan capai 3,delapan juta, propinsi itu peluang akan ditempati 5,tiga juta orang pada 2024. Pasti ini jadi kesempatan usaha menarik di Kalimantan Timur.

Akan ada beberapa keperluan yang perlu ada mulai pangan, transportasi, selingan, sampai kesehatan. Berikut beberapa kesempatan usaha yang cukup potensial di Kalimantan Timur, terutamanya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Perhotelan
Dapat disebut, usaha perhotelan terutamanya di Penajam Paser Utara masih termasuk sepi. Berdasar data BPS, pada 2018 baru ada 18 hotel nonbintang di kabupaten itu. Kabupaten ini belum mempunyai hotel bintang sampai tahun kemarin.

Keseluruhan kamar yang dipunyai 18 hotel nonbintang di Penajam Paser Utara ialah 321 kamar. Sepanjang 2018 lalu, ada 11.629 tamu yang bermalam di hotel0-hotel itu dengan biaya rerata Rp250.000/malam. Keadaan ini bisa menjadi kesempatan usaha menarik untuk investor yang ingin masuk Kalimantan Timur.

Sedang di Kutai Kartanegara, ada empat hotel bintang dengan  pemerincian 1 hotel bintang 1, 2 hotel bintang 3, dan 1 hotel bintang 4. bekasnya tempat fasilitas yang lain yang capai 80 unit.

Pada 2016 lalu, tingkat tempat tinggal kamar di hotel bintang yakni 35% dan nonbintang 20%. Saat ibukota ada di daerah ini, pasti banyak kegiatan yang memerlukan fasilitas terhitung hotel.

Usaha Kulineran
Usaha kulineran di mana saja bisa banyak dicari. Pertambahan jumlah warga nanti, jadi kesempatan besar untuk usaha kulineran di Kalimantan Timur. Di Kutai Kartanegara, terdaftar ada 140 restaurant atau warung makan pada 2018 kemarin.

Sedang di Penajam Paser Utara, bidang ini mengisap tenaga kerja lumayan banyak yakni sekitaran 19%. Pasti yang memikat, jika usaha kulineran ini dapat dibuka tidak jauh dari pusat pemerintah hingga mempermudah beberapa PNS untuk mencicip makanan.

Berdasar data BPS dalam Kalimantan Timur dalam Angka 2019, investasi dari dalam negeri pada 2018 untuk bidang hotel dan restaurant capai Rp480 juta untuk 14 project investasi.

Investor asing juga melirik bidang ini karena pada 2018 lantas ada 26 project hotel dan restaurant sebesar US$2,24 juta.

Sektor Pertanian
Kesempatan usaha di bidang pertanian di Kalimantan Timur cukup lebar terbuka. Salah satunya pemicunya, Kalimantan Timur bukan wilayah pemroduksi pertanian, terhitung peternakan.

Contoh untuk telur. Jika dirata-rata konsumsi telur setiap warga dalam satu tahun ialah 7,8 kg, keperluan telur saat ibukota baru bekerja tembus 39.780 ton telur. Begitupun untuk beberapa hasil peternakan dan pertanian yang lain seperti daging sapi, sayur, dan lain-lain.

Perdagangan
Bidang perdagangan di Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara akan melejit jika ibukota mulai bekerja. Contoh di Penajam Paser Utara sekarang ini baru terdaftar ada sekitaran 4.600 pedagang yang tempati 27 pasar. Pasar di kabupaten ini terkonsentrasi di 3 kecamatan yakni Sepaku, Babulu, dan Penajam.

Menariknya, pasar di kabupaten ini mayoritas tidak membuka tiap hari. Ada yang cuman membuka dihari-hari tertentu dan pada jam-jam tertentu seperti pasar pagi dan pasar malam.

Perdagangan di Kutai Kartanegara bisa disebut lebih aktif dibanding dengan Penajam Paser Utara.

Pertambangan
Tidak dapat dipungkuri kesempatan usaha di Kalimantan Timur tidak dapat dilepaskan dari bidang pertambangan. Pada 2018 lalu, lowongan pekerjaan terbanyak ada di bidang ini yakni sekitaran 4.570 lowongan.

Investasi yang masuk Kalimantan Timur dikuasai bidang pertambangan. Pada 2018 ada 73 project pertambangan dari investor dalam negeri dengan nilai Rp12,55 triliun. Sedang investor asing yang memberikan modal di bagian pertambangan ada 8 project dengan nilai US$139 juta.

Property
Usaha ini mempunyai kesempatan lebar untuk diperkembangkan. Walau PNS akan disiapkan rumah buat mereka, tetapi beberapa pendatang pasti memerlukan rumah.

Peningkatan rumah di ibukota akan lebih gampang karena tempat yang ada lumayan banyak dan kepadatan warga belum terlampau tinggi. Di Kutai Kartanegara misalkan kepadatan warganya cuman 27 jiwa/km2 pada 2016. Tetapi, kepadatan cukup berbeda. Tenggarong mempunyai kepadatan sampai 296 jiwa/km2, sedang di Tabang cuman 1 jiwa/km2.

Itu deskripsi beberapa kesempatan usaha yang potensial diperkembangkan di Kalimantan Timur yang bakal jadi ibukota baru Indonesia.