Mitos – Mitos Tentang Menyusui yang Masih Dipercaya

Tentu setiap Ibu menginginkan agar anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas. Hal tersebut tentu harus dilakukan semenjak ia masih dalam kandungan sampai lahir ke dunia. Jika saat si kecil masih dalam kandungan, Ibu dapat menjaganya perkembangan dan pertumbuhannya agar tetap baik dengan melalui makanan yang dikonsumsi Ibu. Saat ia telah lahir, ASI lah yang mengambil peran tersebut.

Akan tetapi, sama dalam masa kehamilan yang memang banyak mitos-mitos mengenai kehamilan, ternyata di masyarakat juga banyak berkembang mitos – mitos tentang menyusui. Hal ini tentu saja membingungkan para Ibu untuk memilih mana mitos mana fakta.

Berikut ini beberapa mitos tentang menyusui yang masih dipercaya:

Makanan pedas

Di masyarakat berkembang luas mitos mengenai ASI yang menjadi pedas gara-gara sang Ibu mengonsumsi makanan pedas. Padahal faktanya, makanan pedas yang dikonsumsi si Ibu tidak akan berdampak pada anaknya, melainkan hanya berdampak pada dirinya sendiri. Jika bayi terkena diare, itu bukan semata-mata karena makanan pedas yang dikonsumsi oleh Ibunya, akan tetapi karena adanya infeksi pada saluran pencernaannya.

Akan tetapi bukan berarti Ibu dapat mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, karena makan makanan pedas dapat membuat Ibu mengalami diare sehingga produksi ASI pun ikut menurun.

Makan durian

Durian dikenal sebagai buah yang dapat menimbulkan efek panas pada pencernaan. Bahkan sampai-sampai Ibu hamil pun tidak diperbolehkan mengonsumsi durian secara berlebihan. Namun sejauh ini, belum ada informasi yang menjelaskan gangguan kesehatan dari durian yang dikonsumsi Ibu menyusui terhadap bayi. Efek durian yang dirasakan Ibu menyusui terjadi tergantung perbedaan masing-masing pada tubuh Ibu menyusui.

Penggunaan Cat rambut

Meski mewarnai rambut tidak popular dikalangan ibu-ibu di Indonesia, namun mitos mengenai mewarnai rambut dalam masa menyusui juga perlu dicari kebenarannya. Senyawa kimia yang digunakan pada pewarna rambut dianggap mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Padahal senyawa kimia yang terkandung pada cat rambut tidak cukup kuat untuk membawa gangguan kesehatan pada bayi.

Penggunaan perawatan kulit dan wajah

Sejauh ini tidak ada penjelasan yang menyebutkan bahwa Ibu menyusui tidak boleh melakukan perawatan kecantikan. Ibu menyusui dapat melakukan perawatan kecantikan asal dengan syarat produk perawatannya tidak mengandung senyawa hidrokuinon karena dapat menimbulkan alergi pada Ibu menyusui

Tidak ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa Mama menyusui tidak boleh melakukan perawatan kulit. Asalkan jika produk perawatan kulit tersebut tidak mengandung senyawa kimia hidrokuinon. Walaupun senyawa tersebut tak masuk ke dalam Asi, tapi ditakutkan dapat memicu timbulnya alergi pada Mama menyusui.

Demikian bunda mitos – mitos tentang menyusui yang selama ini beredar dan masih dipercaya masyarakat. Semoga membantu bunda agar tidak ragu – ragu dalam menerima informasi terkait menyusui.