Pengertian dan Contoh Tarif Pajak Progresif

Saat membayar kewajiban pajak, biaya tertentu harus dipotong dari wajib pajak. Sejumlah biaya tertentu yang harus dibayar oleh wajib pajak biasa disebut dengan tarif pajak.

 

Dalam sebuah bisnis, karyawan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan bisnis. Sebagai imbalannya, karyawan umumnya dihargai dalam bentuk pendapatan dari gaji, tunjangan, dan fasilitas kesejahteraan lainnya. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan semua aspek perpajakan.

 

Sederhananya, tarif pajak adalah jumlah nominal pungutan pemerintah yang digunakan sebagai dasar untuk membayar ketentuan kepada wajib pajak. Tarif pajak ini juga dapat dinyatakan sebagai persentase, yang dapat menunjukkan jumlah nominal biaya yang harus dibayar oleh wajib pajak orang pribadi atau badan yang bersangkutan.

 

Umumnya, ada tarif pajak proporsional, pajak progresif, pajak regresif, pajak ad valorem, dan pajak tetap. Namun pada artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai tarif pajak progresif dan contohnya.

 

Tarif pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah yang digunakan sebagai basis pajak, dan persentasenya meningkat untuk setiap jumlah tertentu setiap kali meningkat.

 

Dengan tarif pajak progresif ini, tarif pajak akan proporsional dengan kewajiban pajak. Jika wajib pajak memiliki lebih banyak kekayaan, maka tarif pajak juga akan meningkat.

 

Tujuan dari tarif pajak progresif ini adalah untuk mempengaruhi individu atau wajib pajak dengan pendapatan tinggi atau sedang untuk menyadari bahwa mereka mampu membayar jumlah yang lebih tinggi kepada pemerintah.

 

Contoh tarif pajak progresif ini salah satunya adalah pajak penghasilan (PPh). Di bawah ini adalah tarif pajak penghasilan pribadi (PPh):

 

Tarif 5% berlaku bagi wajib pajak yang berpenghasilan sampai dengan Rp60 juta.

Tarif 15% berlaku untuk wajib pajak dengan penghasilan antara Rp60 juta dan Rp250 juta.

Tarif 25% berlaku untuk wajib pajak dengan penghasilan antara Rp 250 juta dan Rp 500 juta.

Tarif 30% berlaku untuk wajib pajak yang berpenghasilan Rp 500 hingga Rp5 miliar.

Tarif 35% berlaku bagi wajib pajak yang berpenghasilan lebih dari Rp 5 miliar.