Penjualan Solar Ilegal di Perairan Papua

Jajaran Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Papua mengamankan dua kapal besar yang dikira jalankan penjualan bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal di perairan Teluk Youtefa, Jayapura. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, berasal dari dua kapal berbendara Indonesia itu polisi mengambil 40 ton solar dengan menggunakan pengukuran flow meter solar.

Polisi menangkap bawah Kapal Motor (KM) Kertanegara style SPOB GT 2336 sedang memompa solar milik PT Pertamina ke tangki penampungan KM Kairos II yang merupakan kapal style cargo GT 1581. Menurut Kamal, sistem jual beli ilegal di perairan Teluk Youtefa itu berlangsung sebelum akan KM Kertanegara menanti jadwal merapat ke dermaga untuk menyuplai BBM ke Depot Jayapura.

“Namun, sesaat sehabis nampak berasal dari Dermaga Pertamina, KM Kertanegara itu berbelok ke arah kanan untuk transaksi penjualan sehabis ke dua kapal merapat di sedang laut,” katanya. Kamal menambahkan, Polda Papua udah menentukan empat orang tersangka.

Yakni nakhoda KM Khairos yakni AR (28), nakhoda KM Kertanegara yang berinisial LOK (41), serta dua anak buah kapal (ABK) S dengan kata lain A (26) dan K (40) yang menjadi mulaim. Berdasar pengakuan pelaku, solar Pertamina itu dijual secara ilegal seharga Rp 40 ribu per liter, kala harga solar industri mencapai Rp 110 ribu per liter.

Kini, pelaku dijerat bersama pasal berlapis. Yakni Pasal 363 dan Pasal 53 huruf (d) juncto Pasal 23 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP bersama ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 30 miliar