Pentingnya Sistem Informasi Geografis

Sistem informasi geografis adalah sistem komputer untuk menangkap, menyimpan, menanyakan, menganalisis, dan menampilkan data yang direferensikan secara geografis. Data yang direferensikan secara geografis menggambarkan lokasi dan karakteristik fitur spasial. Ini juga dikenal sebagai data spasial.

Sejarah GIS hampir tidak mencakup empat dekade.

Situs web seperti map quest, map blast memang menyediakan peta yang cepat dan sederhana. Pengguna dapat memasukkan alamat lokasi dan tempat menarik untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Misalnya, data tentang sekolah dan gereja terdekat.

Salah satu aplikasi utama GIS adalah pengelolaan sumber daya alam. Kegunaan lain termasuk, analisis kejahatan, keadaan darurat, perencanaan, pengelolaan catatan tanah, analisis pasar, aplikasi transportasi.

Integrasi GIS dengan sistem penentuan posisi global (GPS), teknologi nirkabel, dan internet telah memperkenalkan aplikasi baru yang menarik. Misalnya, pengemudi kendaraan dapat menemukan rute terpendek dalam sistem navigasi kendaraan.

Peningkatan permintaan data spasial hanya dapat dipenuhi dengan menggunakan komputer. GIS memang mewakili pandangan dunia nyata yang disederhanakan.

Tidak seperti peta kertas tradisional, SIG dapat memberikan informasi rinci tentang fitur seperti jalan, gedung, sungai, dll. Selain itu, komputer dapat dengan cepat mencari, menganalisis fitur peta dan atributnya. Keuntungan seperti itu tidak dimungkinkan dengan peta tradisional.

Semua objek data spasial secara geometris diwakili oleh titik, garis, dan area. Setiap data spasial secara intrinsik memiliki nilai koordinat.

GIS sekarang muncul sebagai disiplin independen atas nama geomatika, geoinformatika, ilmu informasi geospasial.

Ada dua konsep dasar SIG. Pertama, fitur memiliki atribut yang terkait dengannya. GIS memberi tahu kita di mana sesuatu itu dan apa itu. Kedua, informasi yang dikumpulkan harus direpresentasikan sebagai lapisan seperti titik, garis, dan poligon. Poligon adalah benda padat yang bentuknya banyak sisi.

Data bersifat spasial atau non-spasial. Yang terakhir ini diurus oleh sistem pengelolaan data non-spasial. Yang pertama dapat berupa geografis (SIG) atau non-geografis. CAD, CAM, CAC, dll. Tidak bersifat geografis. Raster GIS dan vektor GIS adalah kategori GIS.

Perangkat lunak SIG terdiri dari lima kelompok fungsional yaitu:
1. Input dan verifikasi
data , 2. Penyimpanan data dan pengelolaan basis data,
3. Keluaran dan penyajian
data , 4. Transformasi data, dan
5. Interaksi dengan pengguna.

Munculnya antarmuka pengguna grafis, perangkat keras yang kuat, perangkat lunak, data digital publik, dll telah memperluas cakupan aplikasi GIS dan digunakan secara umum pada tahun 1990-an.