Perbedaan Upcycling dan Recycling Dalam Daur Ulang Sampah

 

Mobility Workshop - Hyundai Motorstudio

Perbedaan upcycling dan recycling terlihat sangat menonjol dari sistem kinerja yang dilakukan antara kedua kegiatan tersebut. Kedua istilah tersebut mempunyai perbedaan yang bertentangan dan sangat mendasar dalam sistem daur ulang.

Hal ini terlihat dari segi metode hingga hasil akhir dalam proses pembuatan produk fashion yang dilakukan pengolahan kembali. Meskipun untuk keduanya tetap mengupayakan dalam proses pengolahan kembali atas produk fashion supaya menghasilkan produk dengan bentuk baru, akan tetapi perlu dipahami bagaimana faktor yang menjadi pembeda antara upcycling dan recycling.

1.                  Perbedaan Upcycling dan Recycling Metode Penerapan

Kegiatan upcycling dan recycling melakukan daur ulang atas produk fashion yang sudah tidak digunakan kembali. Sehingga nantinya bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada supaya bisa digunakan kembali dengan fungsi yang berbeda.

Adapun untuk perbedaan yang sangat terlihat dari kegiatan upcycling dan recycling sebagai berikut:

1.    Upcycling

Pada metode penerapan ini melakukan proses untuk mengolah produk fashion supaya bisa diubah menjadi produk fashion dengan tampilan baru dan tidak melalui tahapan penguraian. Proses yang satu ini lebih ditujukan untuk membuat modifikasi, rekayasa terhadap model pakaian, reparasi terhadap penggunaan bahan yang ada di dalamnya supaya nantinya bisa membentuk produk baru yang tetap dengan nilai fungsinya dan bahkan mempunyai nilai komersial.

Dari karya baru yang telah dihasilkan menampilkan sifat yang unik karena memadukan berbagai jenis pakaian yang tidak digunakan kembali dan sebagai bahan baku utama berupa pakaian bekas ataupun yang telah rusak. Bagian-bagian yang telah dikumpulkan dari pakaian tersebut dikreasikan dengan menerapkan ide kreatif dan inovatif supaya menghasilkan karya berbeda dari pakaian sebelumnya sehingga menawarkan keunikan yang berbeda.

2.    Recycling

Sementara itu, untuk kegiatan recycling merupakan proses daur ulang dengan konteks produk fashion melalui tahapan pengolahan pada pakaian yang telah tidak digunakan kembali dengan menerapkan metode tertentu supaya bisa dijadikan sebagai produk lain. Penerapan untuk metode ini merupakan rangkaian proses yang memanfaatkan tahapan mekanis dan kimiawi.

Pada tahapan mekanis dengan menguraikan produk fashion supaya bisa dijadikan serat kembali yang nantinya menghasilkan produk baru. Sedangkan dengan menggunakan metode kimiawi ini mengharuskan tambahan bahan kimia yang biasanya membahayakan lingkungan sekitar karena fungsinya untuk menguraikan produk fashion ataupun kain lain yang dapat dicampurkan lagi dalam proses produksi lainnya.

 

2.                  Kegiatan yang Perlu Dilakukan Dalam Daur Ulang

1.    Melakukan upcycling dan recycling dari rumah

Perbedaan upcycling dan recycling terlihat pada metode penerapan dan hasil produk dari rangkaian pemanfaatan produk fashion yang didaur ulang. Setiap penghuni rumah pasti memiliki sisa buangan sampah sehingga perlu dilakukan upcycling ataupun recycling sebagai metode realistis yang dapat diterapkan.

Kegiatan daur ulang yang perlu dilakukan seperti halnya menjahit kembali pakaian yang telah rusak supaya bisa menjadi produk baru dengan menggunakan kreativitas dan inovasi yang dimilikinya. Pada kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan dalam membuat kreativitas lebih untuk mengolah barang bekas, namun juga bisa memanfaatkan dari barang-barang yang sebelumnya tidak bisa digunakan dengan kreativitas yang dihasilkan oleh tangan sendiri.

2.    Pencegahan barang melalui proses daur ulang

Pahami bahwasanya terdapat berbagai macam jenis barang yang sulit dan bahkan tidak dapat dilakukan daur ulang. Padahal dengan kegiatan recycle bisa menjadi pilihan terakhir untuk melakukan pengolahan terhadap sampah yang tidak digunakan kembali supaya bisa bermanfaat.

Supaya bisa mengurangi penumpukan sampah di dalam rumah sebaiknya tidak melakukan pembelian barang-barang yang memang sulit terurai. Jika mengharuskan untuk membelinya dan di kemudian hari tidak akan digunakan kembali bisa membuat kreativitas dan ide inovatif untuk memanfaatkan supaya bisa menjadi barang lain yang dapat digunakan kembali.

Demikianlah beberapa perbedaan upcycling dan recycling dalam proses daur ulang produk fashion. Melalui tahapan daur ulang terhadap produk yang tidak digunakan bisa menghasilkan ide baru untuk mendapatkan produk lain yang lebih bermanfaat.

Namun apabila masih bingung untuk lebih jelasnya kalian bisa mengikuti program workshop upcycling yang di inisiasi oleh Hyundai motor studio.