Perjalanan Travel Jakarta Jogja Via Temanggung

Diantara rute Travel Jakarta Jogja terkadang kendaraan kami akan melintasi perjalanan indah seperti yang akan kami ulas dalam artikel perjalanan melintasi Magelang dan kota Temanggung.

https://adeliatrans.com

Perjalanan dari travel adeliatrans.com kali ini tentu bukan mimpi yang sederhana, semangat gerak kami kritik dan saran dari sedulur-sedulur pemirsa maupun komunitas Bapak Ibu di berbagai institusi partner kerja hingga pengambil keputusan kami membutuhkan dukungan semuanya.

Kami sadar tidak mungkin mewujudkan mimpi itu sendirian perjumpaan, Artikel ini saya mengajak sedulur semua untuk mengikuti perjalanan dengan view yang sangat apik antara kota Magelang ke Kota Temanggung.

Dari kota Magelang Ayo ikuti saya di Kabupaten Temanggung, Jalan Ahmad Yani melepas perjalanan kita dari sisi alun-alun Kota Magelang di depan adu Tugu anime dan klenteng Liong hokyo kita berbelok ke kanan menyusuri Jalan alun-alun Selatan.

Terlihat menara air peninggalan zaman Belanda di sisi barat laut alun-alun Magelang di depan ada lampu merah kita berbelok ke kanan di depan sebelah kiri terlihat Masjid Agung Magelang kita melintasi Jalan Tentara Pelajar.

Kita berbelok ke kiri, di sebelah kanan adalah Gereja Katolik Santo Ignasius kita berhenti karena ada penyeberangan jalan kita lanjut berbelok ke kanan,  inilah suasana kota Magelang di pagi hari.

Situasi lalu lintas akan sedikit sepi, Kita melintasi Jalan Pahlawan,  kebetulan cuaca pagi ini cerah berawan, di sebelah kanan adalah taman badaan, kita berada di wilayah kecamatan Magelang Utara.

Berada di wilayah potterbangsan, di depan ada pertigaan bila ke kanan ke arah Jogjakarta atau kota bila Ke Kiri Ke arah Semarang kita saat ini berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Magelang.

Lihatlah sedulur pemandangan di jalan ini sungguh indah, didukung oleh pohon-pohon yang tumbuh di kanan kiri perjalanan kita, serta jalan yang lurus dan halus. 

Di sebelah kiri adalah Rumah Sakit Jiwa dokter surojo, Terdapat gapura berwarna hijau sebagai pembatas wilayah antara kota Magelang dan Kabupaten Magelang saat ini kita berada di wilayah kecamatan Secang Kabupaten Magelang.

Berada di Jalan Magelang Semarang di depan ada pertigaan bila lurus ke arah kota Semarang kita berbelok ke kiri melintasi jalur alternatif Secang Temanggung. Jalan yang kita lewati berkelok-kelok menanjak serta menurun namun jauh lebih sepi dibandingkan jalur utama dari Secang ke arah Temanggung.

Mestinya dari tempat ini terlihat Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, namun kelihatannya awan cukup lumayan tebal menyelimuti keduanya. Sebelah kiri adalah lapangan sepak bola Madya Condro, Di depan ada pertigaan bila ke kanan ke arah Semarang atau Jogjakarta kita berbelok ke kiri menyusuri Jalan Secang Temanggung.

Jalan yang kita lalui ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan kota-kota atau wilayah kabupaten di Jawa Tengah yang ada di jalur Tengah tentunya seperti Magelang Temanggung Wonosobo Banjarnegara Purbalingga Purwokerto dan lain sebagainya.

Di sini pun jalan masih terlihat cukup halus, dari tempat ini Kita bisa melihat pemandangan yang cukup indah baik dari sisi kiri maupun dari sisi kanan banyak pohon-pohon yang tumbuh Rindang. Perjalanan kita dari sini tampak pula Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Sekalipun tersangkut awan cukup tebal, tak lama lagi kita akan memasuki Kota Temanggung sekalipun saat ini sebenarnya kita sudah berada di wilayah Kabupaten Temanggung di depan terlihat jembatan. Ya inilah jembatan Kranggan yang di bawahnya mengalir sungai Progo.

Taman kali Progo kita coba untuk mampir sejenak melihat keindahan taman yang ada di sisi bawah jembatan, kita menyusuri jalan kecil namun cukup keras. Situasi di tempat ini sangat rindang oleh pepohonan yang tumbuh subur di taman kali Progo ini.

Taman kaliprogo berada di sisi barat sungai Progo yang mengalir dari lereng gunung sindoro sampai ke samudra Indonesia. di dekat taman kali Progo terlihat jembatan kereta api kuno yang dibangun pada zaman Belanda.

Kita Berhenti sejenak untuk melihat pemandangan serta indahnya jembatan kereta api Kranggan yang juga melintang di atas kali Progo. konon Diceritakan bahwa di jembatan Kranggan ini pernah terjadi tragedi insiden kecelakaan kereta api di Temanggung pada masa lalu.

Kira-kira pada tahun 1947 terjadi peristiwa sebuah kereta meluncur karena terlepas dari rangkaian utamanya yang menyebabkan kereta tersebut terjatuh di jembatan Kranggan.

Menurut cerita konon semua meninggal, sedulur jembatan kereta ini dibangun pada tahun 1907 ketika era kolonial Hindia Belanda. Sedulur Saya tidak akan banyak mengulas tentang sejarah juga tentang tragedi yang terjadi di tempat. Ini namun demikian semua akan menjadikan pelajaran bagi anak cucu kelak dalam meraih kemajuan teknologi di bidang transportasi terutama kereta api.

Sungai Progo yang mengalir ini konon bermata air di Umbul jelup di wilayah Ngadirejo Temanggung dan bermuara diantara kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kita hanya mampir sebentar di jembatan Kranggan sekedar mengorek sedikit sejarah dan tragedi,  Walaupun ada cerita horor di dalamnya Namun kita lewati saja, kita lanjutkan perjalanan untuk menuju kota Kabupaten Temanggung.

Kita kembali ke jalur utama yaitu jalan yang menuju ke arah Kota Temanggung, Kita melintasi Jalan Suwandi Suwardi sesuai arah mata angin kita berjalan ke arah barat. Sekalipun kota Kabupaten Temanggung ini sebuah kota kecil namun jalan raya yang kita lalui ini sungguh gokil.

Anda bisa melihat sendiri jalan yang kita lalui cukup lebar seakan-akan kita akan memasuki kota besar, memang Kota Temanggung kota kecil namun wilayahnya sangat luas. Walaupun tidak terasa jalan yang kita lalui ini menanjak.

Udara di Kota Temanggung ini cukup terbelah hangat tidak panas, karena Temanggung berada di wilayah yang agak tinggi namun juga tidak dingin sehingga Kota Temanggung merupakan daerah yang sangat nyaman.

Karena Kota Temanggung berada kurang lebih 500 sampai dengan 1450 mdpl, tergantung di mana posisi kita berada. jalan yang kita lalui cukup ramai lancar, kita saat ini berada di Jalan Jendral Sudirman di sebelah kanan adalah Taman Pancasila inilah Kota Temanggung terlihat sangat indah bukan.

Sebelah kiri adalah Pasar Kota Temanggung orang menamakan Pasar Kliwon, dahulunya pasar ini hanya ramai pada saat hari pasaran Jawa yaitu Kliwon. Tetapi saat ini setiap hari pasar ini tetap ramai.

Perjalanan kita akan tersendat kali ini karena separuh badan jalan dipergunakan untuk parkir kendaraan yang akan menuju ke pasar serta sebagai tempat pemberhentian angkot. Untuk wilayah Kabupaten Temanggung.

Bila berjumpa pertigaan, jika berbelok ke kanan kita ke arah Wonosobo kita lurus ke arah alun-alun Temanggung. Ternyata di depan dekat dengan alun-alun yang tinggal 50 meter jalan ditutup mau tidak mau kita harus berbelok ke kanan. Rupanya di Kota Temanggung sedang ada kegiatan car free day.

Kita berbelok ke kiri dari tempat ini terlihat di depan adalah gunung Sumbing, memang Kota Temanggung ini berada di lereng gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Sekalipun ini ada di dalam kota namun pemandangan tampak natural khas pedesaan. inilah Kota Temanggung.