Temukan Kaitan Penyakit Rematik Dan Kanker

rematik dan kanker

Sejumlah pandangan melihat adanya potensi hubungan antara rematik dan kanker. Sejauh mana hubungan dari kedua penyakit ini? Apa pendapat klinis dari hubungan kedua penyakit tersebut?

Penyakit rematik merupakan kondisi kerusakan persendian yang diakibatkan oleh efek autoimun. Ketika sistem imunitas tubuh justru membentuk serangan pada area persendian hingga menyebabkan area sendi rusak dan mengalami peradangan. Ini karena sistem imun tubuh telah salah mengartikan keberadaan sendi sebagai ancaman yang perlu untuk diserang.

Rematik dan Kaitannya Dengan Imunitas

Yang menarik dari kasus rematik adalah efeknya terhadap imunitas. Karena pada dasarnya penyakit rematik sendiri disebabkan oleh efek autoimun, maka perkembangan dari penyakit rematik sendiri dapat mempengaruhi fungsi imunitas secara keseluruhan.

Gangguan pada persendian karena rematik, justru dapat menurunkan kinerja imunitas secara umum. Karena sistem imun lebih terkonsentrasi untuk menyerang sel sel sendi sementara sistem kekebalan sendiri justru dapat menurun.

Di sisi lain, bersamaan dengan perkembangan autoimun ini tubuh akan membentuk lebih banyak protein cytokine. Ini adalah senyawa protein yang bekerja proinflamasi atau pendorong terjadinya peradangan. Itu sebabnya, pasien rematik akan mengalami peradangan persendian yang berat. Bahkan mungkin berkembang cepat hingga berpotensi merusak sel sel tulang rawan dan tulang utama.

Dan bersamaan dengan meningkatkan kadar cytokine dalam tubuh, potensi peradangan pada area tubuh lain juga turut meningkat. Ini yang perlu diwaspadai dari penyakit rematik dalam jangka panjang.

Hubungan Rematik Dan Kanker

Dalam penjelasan Arthritis Research and Therapy tahun 2015, dikatakan bahwa kasus rematik dapat meningkatkan resiko kanker pada jenis tertentu. Potensi akan meningkat pada mereka yang telah mengalami keluhan rematik dalam jangka lebih dari 7 tahun. Inilah pandangan yang kemudian menjadi dasar hubungan antara rematik dan kanker.

Hubungan lain dari rematik dan kanker juga diungkap dalam Rheumatology and Therapy tahun 2017. Di sini dijelaskan bahwa mereka dengan rematik dan kanker sekaligus akan memiliki tingkat resiko kematian lebih tinggi.

Seperti pada penderita payudara yang juga mengidap penyakit rematik dapat mengalami peningkatan resiko kematian hingga 40%. Sedang penderita prostat yang juga mengidap penyakit rematik akan mengalami peningkatan resiko kematian hingga 50%.

Mengapa Rematik Meningkatkan Resiko Kanker?

Ada sejumlah alasan mengapa penderita rematik dapat memiliki tingkat resiko kanker lebih tinggi. Dan mereka yang mengidap sekaligus rematik dan kanker akan memiliki tingkat kematian lebih tinggi.

Alasan utama karena tingginya potensi inflamasi pada mereka dengan rematik. Ini disebabkan oleh tingginya kadar cytokine dalam tubuh penderita rematik. Senyawa protein ini telah di jelaskan di atas merupakan unsur pendorong inflamasi atau peradangan.

Inflamasi sendiri memiliki kaitan erat dengan kanker dalam banyak aspek. Termasuk sebagai salah satu pemicu munculnya kanker. Karena sejumlah kasus kanker terjadi pasca pasien mengalami peradangan berat dalam jangka cukup panjang. Selain itu, inflamasi sendiri adalah salah satu bentuk efek kerusakan yang terjadi akibat kanker. Dimana peradangan akan terbentuk seiring invasi sel kanker pada sel sehat.

Selain itu, penderita rematik juga rentan memiliki imun yang tidak optimal dan ini dapat meningkatkan resiko kanker. Imunitas yang sehat akan efektif mencegah sel sel rusak dan abnormal dalam tubuh berkembang.

Namun ketika imun melemah, tidak cukup perlawanan untuk mematikan sel sel abnormal pada tahap awal perkembangannya. Sehingga sel sel ini mudah saja berkembang dan memperbanyak diri. Menjadi koloni atau massa kanker dengan cepat.

Meski tidak secara langsung saling menyebabkan, rematik dan kanker jelas memiliki kaitan kuat. Itu sebabnya penanggulangan keluhan rematik sedini mungkin bisa menjadi solusi sebelum rematik berkembang lebih jauh.